Rabu, 22 Agustus 2012

Belajar dari Khalifah

Minal Aidzin Wal Fa'idzin, Mohon maaf lahir batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri,.. enggak kerasa Ramadhan sudah lewat, Alhamdulliah Ramadhan tahun ini terasa ringan :) dan mudah2an ibadah yang kita jalankan selama ramadhan terus di pertahankan untuk kehidupan kita sehari-hari.

waktu Ramadhan kemarin Film seri Umar Bin Khatab di putar di salah satu stasiun Tv,.. dan disitu saya merasa kagum dengan sosok kepemimpinan Beliau dan agak malu sebenernya karena sebagai orang islam saya tidak mengenal sosok beliau secara detail, hanya tahu jika beliau adalah Khalifah setelah Abu Bakar.

Dan membuat saya tertarik untuk mengenalnya lebih jauh. Umar di kenal sebagai pemimpin yang tegas dan selalu membedakan antara yang benar dan yang salah.Selalu hidup sederhana dan mengutamakan kepentingan umat di banding kepentingan pribadinya.keislaman beliau telah memberikan andil besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam. Seorang pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, disegani, dan selalu memperhatikan urusan kaum muslimin. Pemimpin yang menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan bid`ah. Beliau adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang al-Kitab dan as-Sunnah setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Umar Bin Khatab Lahir di Mekah 3rd November 644 (23rd Dhul-Hijja), Ayahnya bernama Khattab ibn Nufayl, Umar berasal dari keluarga kelas menengah di Mekah, sosok pribadi yang cerdas, kuat dan dikabarkan dirinya dapat membaca yang merupakan keterampilan yang sangat jarang pada masa itu.


Umar Sebagai Pemimpin

satu hal yang paling menarik perhatian saya adalah sosoknya sebagai seorang pemimpin, seorang yang tegas dan sederhana, ada beberapa sumber mengatakan bahwa beliau adalah pemimpin yang di hormat sekaligus di takuti. sebagai seorang pemimpin Umar banyak terlibat di dalam banyak urusan negara.jika ada suatu hal yang kurang menyenangkan beliau tidak merahasikannya dan terus memberi nasihat dan bimbingan kepada para jendralnya. Hampir setiap malam Umar bin Khattab melakukan perjalanan diam-diam. Ditemani salah seorang sahabatnya, ia masuk keluar kampung. Ini ia lakukan untuk mengetahui kehidupan rakyatnya. Umar khawatir jika ada hak-hak mereka yang belum ditunaikan oleh aparat pemerintahannya.

menaruh perhatian yang sangat besar akan kesejahteraan kaum muslim, ada satu adegan di dalam film seri yang saya lihat, ketika pasukan muslim berhasil mengalahkan persia, dimana mereka mendapatkan harta rampasan perang yang cukup banyak, beliau menangis dan mengatakan ketakutan terbesarnya adalah kecintaan terhadap barang2 mewah, beliau tidak mengambil sedikitpun dari harta itu dan menyuruh orang untuk membagikan untuk kesejahteraan dan kepentingan Umat. dari segi pakaianpun tidak bermewah-mewahan hanya memakai kemeja, topi dan sandal. jika kita bandingkan dengan para pemimpin kita sekarang??? 

Suatu masa dalam kepemimpinan Umar, terjadilah Tahun Abu. Masyarakat Arab, mengalami masa paceklik yang berat. Hujan tidak lagi turun. Pepohonan mengering, tidak terhitung hewan yang mati mengenaskan. Tanah tempat berpijak hampir menghitam seperti abu.

Saat itu Umar sang pemimpin menampilkan kepribadian yang sebenar-benar pemimpin. Keadaan rakyat diperhatikannya saksama. Tanggung jawabnya dijalankan sepenuh hati. Setiap hari ia menginstruksikan aparatnya menyembelih onta-onta potong dan menyebarkan pengumuman kepada seluruh rakyat. Berbondong-bondong rakyat datang untuk makan. Semakin pedih hatinya. Saat itu, kecemasan menjadi kian tebal. Dengan hati gentar, lidah kelunya berujar, “Ya Allah, jangan sampai umat Muhammad menemui kehancuran di tangan ini.”

 Umar menabukan makan daging, minyak samin, dan susu untuk perutnya sendiri. Bukan apa-apa, ia khawatir makanan untuk rakyatnya berkurang. Ia, si pemberani itu, hanya menyantap sedikit roti dengan minyak zaitun. Akibatnya, perutnya terasa panas dan kepada pembantunya ia berkata “Kurangilah panas minyak itu dengan api”. Minyak pun dimasak, namun perutnya kian bertambah panas dan berbunyi nyaring. Jika sudah demikian, ditabuh perutnya dengan jemari seraya berkata, “Berkeronconglah sesukamu, dan kau akan tetap menjumpai minyak, sampai rakyatku bisa kenyang dan hidup dengan wajar.”


Tau enggak kalau beliau masuk ke 100 tokoh pemimpin paling berpengaruh Michael H. Hart, Seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah  lebih hebat dari Julius Caesar. jika aja di Indonesia ada 10 orang seperti Khalifah Umar bin Khatab. 


Umar dan toleransi hidup beragama.

sebelum beliau wafat ada beberapa pesan yang di berikannya kepada penerusnya, yaitu :
1.Janganlah berkhianat.
2.Janganlah berlaku serong
3.Janganlah berlaku curang
4.Jangalah merusak jenazah
5.Janganlah menyakiti anak-anak,perempuan,dan orang tua
6.Janganlah menebang pohon yang berguna bagi manusia ,dan jangan pula membakarnya.
7.Janganlah menyembelih hewan ternak,kecuali sekedar yang perlu untuk dimakan.
8.Janganlah merusak tempat-tempat ibadat
9.Janganlah mengusik orang-orang yang sedang beribadat
10.Janganlah mengganggu upacara -upacara ibadatnya
11.Jika orang membawa makanan dan minuman kepadamu ,maka makan minumlah sedikit-sedikit dengan menyebut nama Allah.
12.Dan terakhir dipesankan kepada pemimpin angkatan perangnya, bahwa harus memperkuat apa yang  sudah diatur oleh Rasulullah SAW tentang aturan-aturan dan perilaku-perilaku dalam peperangan.

pesannya untuk point 8.9.10 ini jelas mencerminkan sifat toleransi beragama beliau, kita tidak bisa memaksakan seseorang menganut agama yang kita anut, ini yang terjadi ketika beliau ingin mempersatukan semenanjung arab dalam 1 agama, islam. bahkan pesan pertama yang di berikannya adalah " jangan sampai ada orang yang menggoda dan memperdaya umat nasrani narjan dari agama mereka,biarkan mereka bebas sepenuhnya, keluarkan mereka dari semenanjung arab, beri tanah seluas yang mereka punya sebelumnya agar mereka tidak merasa di rugikan.

dan ada juga kisah Umar dan seorang Yahudi tua, dimana seorang yahudi tua mengadu kepadanya ketika seorang amir dari mesir ingin merobohkan gubuk yang di milikinya untuk di bangun sebuah mesjid, Beliau meminta Yahudi itu untuk mengambil sebuah tulang, menggoreskan huruf alif dengan pedangnya di atas tulang itu dan di mintanya untuk memberikan tulang itu kepada Amir mesir tersebut. ketika amir mesir tersebut menerima tulang dari Khalifah Umar, wajahnya merah dan gemetar serta memerintahkan untuk segera menghentikan pembangunan mesjid tersebut. si Yahudi heran dan Amir itu berkata " Ketahuilah, tulang nan busuk itu adalah peringatan bahwa berapa pun tingginya kekuasaan seseorang, ia akan menjadi tulang yang busuk. Sedangkah huruf alif yang digores, itu artinya kita harus adil baik ke atas maupun ke bawah. Lurus seperti huruf alif. Dan bila saya tidak mampu menegakkan keadilan, khalifah tidak segan-segan memenggal kepala saya!” jelasnya.

Islam mengajarkan untuk melindungi kaum minoritas, beri mereka rasa aman dalam menjalankan Ibadah mereka, di Indonesia islam adalah mayoritas, sudah seharusnya kita mengamalkan ajaran kita, posisi kaum minoritas di indonesia sama dengan posisi umat islam yang menjadi kaum minoritas di negara lain. JANGAN ADA KEKERASAN LAGI ATAS NAMA AGAMA, karena AGAMA KU TIDAK MENGAJARKAN KEKERASAN.

sumber
  • Umar Bin Khatab, Muhammad Husaain Haekal, terjemahan Mei 2002
  • Strategi politik, Siasat dan Kebijaksanaan.Muhammad Nurdin, Kompasiana 11 Juni 2011
  • Umar Bin Khatab dan Ibu pemasak Batu. Tadarusanonline.com 
  • Glimpses from the life of Umar Bin Khatab. By Muhammad Huzien.
  • Muslimwiki.com
  • Tokoh Dunia dan Islam Fairuz El Said

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar